Mindfulness

MINDFULNESS

By: Kim Beryl Utomo

Mindfulness adalah sebuah praktik dalam agama Buddha dimana membantu kita untuk memusatkan perhatian penuh kepada apa yang kita lakukan, rasakan, dan pikirkan dengan cara yang tidak menghakimi atau menilai hal tersebut. Mindfulness sendiri memiliki kaitan erat dengan ‘sati’ yang memiliki arti perhatian, ingatan, dan lain-lain. ‘Sati’ dapat juga didefiniskan sebagai perenungan mendalam terhadap apa yang telah dilakukan dan dikatakan.

Saat menjalankan praktik mindfulness ini, kita harus merenung atau memusatkan perhatian penuh kepada empat hal yaitu perenungan terhadap tubuh (kayanupassana), perenungan terhadap perasaan (vedananupassana), perenungan terhadap kesadaran (cittanupassana), dan perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran (dhammanupassana) seperti yang telah dibahas dalam Satipatthana Sutta.

·         Perenungan terhadap tubuh (kayanupassana)

Adalah perenungan terkait tubuh dengan melihatnya dari dalam dan luar secara bergantian sehingga menyadari hal-hal yang berhubungan dengan tubuh. Contohnya adalah ketika kita berjalan, maka kita mengetahui kita berjalan.

·         Perenungan terhadap perasaan (vedananupassana)

Adalah perenungan terkait perasaan dengan melihatnya dari dalam dan luar secara bergantian sehingga menyadari hal-hal yang menimbulkan atau menghilangkan perasaan tersebut. Contohnya adalah ketika kita sedang marah, maka kita mengetahui dengan jelas bahwa kita marah.

·         Perenungan terhadap kesadaran (cittanupassana)

Adalah perenungan terkait kesadaran dengan melihatnya dari dalam dan luar secara bergantian sehingga memahami dan menyadari hal-hal yang menimbulkan dan menghilangkan kesadaran tersebut. Contohnya adalah ketika kita sedang merasa malas, kita menyadari adanya kemalasan sebagai bentuk kesadaran yang diliputi kemalasan.

·         Perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran (dhammanupassana)

Adalah perenungan terkait bentuk-bentuk pikiran dengan melihatnya dari dalam dan luar secara bergantian sehingga mengetahui hal-hal yang menimbulkan dan melenyapkan bentuk-bentuk pikiran tersebut. Contohnya adalah ketika kita memiliki nafsu keinginan dalam diri kita (kamacchanda), maka kita menyadari dan mengetahui dengan jelas bahwasannya terdapat nafsu keinginan dalam diri kita.

 

Manfaat dari praktik mindfulness ini adalah membuat kita lebih menyadari tidak ada hal yang abadi seperti perasaan marah atau bahagia yang kita rasakan adalah sesuatu yang bersifat sementara dan memahami diri kita sendiri dimana akan membantu dalam mengatasi masalah, stress, depresi, dan kegelisahaan. Buddha juga pernah bersabda bahwasannya empat perenungan di atas merupakan jalan untuk dapat melenyapkan kesedihan, penderitaan, dan kesengsaraan sehingga dapat merealisasikan Nibbana.

 

Adapun cara mempraktikkan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan berlatih meditasi sambil merenungkan empat hal di atas, selalu bersikap tenang dalam setiap keadaan, serta menyadari apa yang sedang dilakukan dan dirasakan baik oleh jasmani maupun rohani.

 

Referensi

https://pustaka.dhammacitta.org/ebook/meditasi/Perhatian%20Perenungan%20Konsentrasi.pdf

https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/satipatthana-sutta/

https://theconversation.com/mindfulness-has-lost-its-buddhist-roots-and-it-may-not-be-doing-you-good-42526#:~:text=Mindfulness%20is%20a%20technique%20extracted,state%20of%20%E2%80%9Cbare%20awareness%E2%80%9D.