Peran Generasi Milenial Buddhis dalam Perayaan Kathina

Peran Generasi Milenial Buddhis dalam Perayaan Kathina

 oleh: Paula Natalia

 Kathina merupakan salah satu hari raya besar Agama Buddha. Kathina biasa dirayakan pada akhir massa vassa yang jatuh pada bulan Oktober sampai November. Kathina diperingati sebagai ungkapan terima kasih umat Buddha kepada Bhikkhu Sangha atas bimbingan dan dukungan yang telah diberikan saat menjalani massa vassa selama tiga bulan di daerah mereka. Hari Kathina disebut juga sebagai Hari Berdana. Pada perayaan Kathina, umat Buddha akan mempersembahkan dana berupa empat kebutuhan pokok Bhikkhu kepada anggota Sangha. Empat kebutuhan pokok Bhikkhu itu terdiri dari jubah, makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan (Gea, Rachmat, dan Wulandari, 2004).

 Kathina telah memberikan banyak manfaat bagi umat Buddha. Umat Buddha bisa mendapatkan kesempatan untuk memupuk karma baik melalui berdana dan mendengarkan khotbah Dhamma. Kathina juga memberikan peluang bagi umat Buddha untuk mendapatkan bimbingan langsung dari Bhikkhu, sehingga dapat memberikan semangat untuk lebih giat mempelajari dan mempraktikkan Dhamma dalam kehidupan. Selain itu, dengan merayakan Kathina berarti umat Buddha juga telah ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan Buddha Dhamma (Mamun, 2007).

 Berdana di hari Kathina memiliki nilai spiritual yang tinggi karena dana dipersembahkan kepada Sangha yang telah berlatih membina diri dan memberikan bimbingan kepada umat Buddha selama massa vassa. Dengan berdana, berarti umat Buddha juga telah melatih diri untuk belajar melepas. Karena pada akhirnya, setiap orang akan meninggal dunia dan melepaskan segala sesuatu yang menjadi miliknya di dunia ini. Berdana mengajarkan kita untuk terlepas dari apa yang kita miliki, sehingga tidak ada rasa kemelekatan dalam diri dan membuat kita dapat terlahir di alam yang berbahagia.

 Di berbagai Vihara, biasanya Kathina dirayakan dengan meriah. Ada Vihara yang mengadakan berbagai lomba dan pentas seni dalam rangka menyambut hari Kathina. Ketika hari Kathina tiba, para umat Buddha berbondong-bondong datang ke Vihara untuk merayakan Kathina dan berdana kepada Sangha. Beberapa Vihara juga merayakan Kathina dengan mengadakan prosesi puja serta paduan suara Buddhis. Hal ini membuktikan bahwa umat Buddha sangat antusias dalam menyambut Kathina. 

Semangat dari umat Buddha, khususnya generasi milenial Buddhis menjadi komponen utama dari jalannya perayaan Kathina. Generasi milenial Buddhis memiliki peran penting dalam perayaan Kathina karena dapat merencanakan dan mengorganisasi acara dengan baik. Semangat generasi milenial Buddhis dalam menyambut Kathina dapat dilihat dari persiapan yang dilakukan sebelum perayaan tiba, seperti mengadakan rapat untuk menyusun acara dan menyusun panitia, serta melakukan latihan prosesi puja dan paduan suara. Selain itu, generasi milenial Buddhis juga semangat dalam mempersiapkan segala kebutuhan pada perayaan Kathina, seperti mempersiapkan dana berupa paketpaket yang akan dipersembahkan kepada Sangha, mempersiapkan perlengkapan altar, mempersiapkan tempat duduk untuk para Bhikkhu dan umat, dan sebagainya.

Pada hari Kathina tiba, generasi milenial Buddhis juga bersemangat dalam menjalankan tugas mereka sebagai panitia atau pengisi prosesi puja maupun paduan suara. Ada yang bertugas untuk menyambut umat, merapikan barisan atau tempat duduk, membagikan buku paritta dan paket pesanan umat, dan lainnya. Mereka saling bekerja sama untuk membuat perayaan Kathina dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ketika waktu berdana tiba, para panitia akan saling membantu agar kegiatan berdana dapat berjalan dengan kondusif, sehingga tidak ada umat yang rebutan untuk berdana.

 Dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa generasi milenial Buddhis berperan penting dalam perayaan Kathina dan perayaan Buddhis lainnya karena dapat merencanakan serta mengorganisasi kegiatan dengan baik. Maka, kita sebagai generasi milenial Buddhis harus bersemangat dalam berkumpul dan berorganisasi di Vihara agar kegiatan Vihara dapat terlaksana dengan baik demi memajukan Agama Buddha. Selain itu, berkumpul dan berorganisasi di Vihara tidak hanya menambah karma baik, tetapi juga dapat menambah relasi dengan orang lain serta menambah pengalaman untuk kemajuan diri sendiri.

 

Daftar Pustaka

Gea, A. A., Rachmat, N., dan Wulandari, A. P. Y. (2004). Relasi dengan Tuhan. Jakarta:

PT Elex Media Komputindo.

Mamun. (2007). Upacara Kathina dalam Agama Buddha. Skripsi. Jakarta: UIN SH.