Kathina di generasi millennial

Kathina di generasi millennial

By: Supanna Viriya Guna Kongoasa

Kathina merupakan hari raya agama buddha yang biasanya dirayakan di akhir masa Vassa yang biasanya jatuh pada bulan Oktober. Hari raya kathina ini merupakan petanda bahwa masa Vassa telah berakhir dan umat Buddha memasuki masa kathina. Perayaan kathina ini merupakan waktu bagi umat awam untuk berdema atau berdana kepada para anggota Sangha sebagai rasa syukur mereka, biasanya umat awam akan mengunjungi wihara dengan membawa donasi atau sumbangan berupa jubah atau pakaian baru untuk anggota Sangha.

Asal usul kathina itu darimana sih?? Kathina merupakan sebuah kata sebuah kata dalam bahasa pali yang merujuk kepada bingkai kayu yang digunakan untuk mengukur panjang serta lebar potongan jubah atau pakaian untuk anggota Sangha. Bedasarkan kisah ini, terdapat 30 orang bikkhu yang sedang berada dalam perjalanan untuk bertemu dan menghabiskan masa Vassa Bersama sang Buddha. Namun, hujan sudah terlebih dahulu menerjang perjalanan para bikkhu sehingga mereka terpaksa harus menghentikan perjalanan di saketa. Hal tersebut disebabkan karena aturan Sang Buddha mengenai masa Vassa dimana para Bikkhu tidak boleh melakukan perjalanan karena ditakutkan mereka akan melukai tumbuhan dan binatang secara tidak sengaja selama perjalanan mereka.

Perayaan hari kathina ini dirayakan oleh semua umat buddhis tidak ada batasan umur tetapi saya ingin menjelaskan satu genarasi special yang lagi ngetrend di jaman Sekarang yaitu generasi millennial. Generasi millennial merupakan generasi baru yang berisikan anak-anak muda yang sudah mengikuti perkembangan jaman. Lalu apa dampak generasi millennial di buddhis apa? Generasi millennial memberi hal yang positif karena mereka telah memberikan ide-ide yang kreatif, inovatif, dan pastinya selalu muncul ide-ide baru yang segar. Generasi millennial dapat meniru semangat perjuangan tanpa lelah seperti mengikuti kegiatan organisasi buddhis yang ada di kampus-kampus mereka dan kita bisa membantu menyelesaikan persoalan persoalan-persoalan yang terjadi, melalui semangat, pengorbanan, pikiran, tenaga, dan pelayanan yang dapat kita lakukan untuk sesame umat buddhis demi tercapainya kehidupan yang lebih baik untuk semua mahluk hidup. 

Apa sih perbedaan perayaan kathina dari generasi sebelum millennial dan seperti apa perayaan kathina yang telah dirayakan oleh generasi millennial.

Kathina pada jaman dulu pastinya ada kebaktian bersama di vihara yang diikuti oleh banyak orang dan memberikan dana kepada anggota sangha yang telah hadir. Biasanya akan diadakan kegiatan lainnya seperti menyanyi atau bazaar tetapi kegiatannya termasuk cepat dan sudah biasa dilakukan yang dimana ini sangat membosankan. Pada generasi millennial perayaan hari raya kathina menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Kegiatannya pastinya masih sama dengan melaksanakan kebaktian umum pada awalnya sehabis itu memberikan dana kepada para Bikkhu yang telah hadir di acara tersebut, sehabis kebaktian umum akan dilanjutkan lagi dengan beragam perfom dari anak-anak music seperti live band, kegiatan lainnya seperti perform dari anak dance yang dimana mereka ada live dance yang pastinya bertemakan kathina. Nah kegiatan satu ini sudah pasti dilakukan oleh para generasi millennial karena sangat menyenangkan dan tidak membosankan yaitu pertunjukan musical theatre yang dimana anakanak theatre sudah berlatih berbulan-bulan untuk menunjukan pertujukan yang sangat bagus dan pastinya momen yang tidak terlupakan. Pertunjukan ini sudah sering dilakukan di event pada organisasi buddhis yang dimana generasi millennial akan membuat ide baru yang menarik dan tidak monoton. Kegiatan kathina pada jaman millennial ini merupakan hal yang baru dan juga hal yang sangat menarik karena berbeda dengan jaman sebelumnya.

Memang selalu aka ada plus dan minus dari setiap generasi, namun tidak ada hal yang perlu didebatkan , kita harus ambil dari sisi positifnya yang dimana kita harus mengajak para audiens untuk tetap melanjutkan semangat Boddhisattwa dalam menebarkan ajaran dhamma yang tanpa lelah dan pantang menyerah untuk mengajak semua mahluk.  

Untuk semua generasi kita tidak boleh cepat menyerah dalam melakukan suatu hal dan harus bisa mencoba hal baru. Sekian dari artikel saya semoga bermafaat untuk yang membaca. Terima kasih

 

Referensi https://buddhazine.com/menjadi-buddhis-di-era-millenial/