Berdana di masa pandemi ? Kenapa tidak ?

 “ Berdana di masa pandemi ? Kenapa tidak ?

Oleh : Serena Kasenda

Saat ini kita memasuki bulan Oktober, dimana bulan ini sangat penting untuk kita para umat Buddha di seluruh dunia. 

Mengapa demikian? Karena pada bulan ini ditandai dengan adanya perayaan hari Kathina.

Hari raya Kathina sendiri merupakan salah satu  hari raya umat Buddha dimana para umat memberi dana kepada para bhikkhu Sangha sebagai tanda penghormatan mereka, dan sebagai tanda bahwa masa Vassa para Bhikkhu telah selesai. Masa Vassa merupakan waktu berdiam diri selama 3 bulan yang dilakukan para anggota Sangha untuk lebih memperdalam Dhamma yang sudah ada sejak Zaman Sang Buddha. 

Dana yang diberikan dapat berupa makanan, jubah, obat-obatan , serta berbagai perlengkapan lainnya.

Hari Raya Kathina pada tahun ini jatuh pada tanggal 1 Oktober 2020 sampai 30 Oktober 2020, hal ini berarti kita para umat Buddha memiliki kesempatan untuk berbuat baik . Walaupun sebenarnya kita tetap dapat berbuat kebajikan setiap harinya.

Seperti, yang kita semua ketahui berdana kepada para anggota Sangha sangat bermanfaat dan dapat memberikan karma baik yang berlimpah-limpah, karena para anggota Sangha telah memberikan pemahaman Dhamma kepada kita yang tentu saja sangat membantu dalam menjalani kehidupan yang penuh penderitaan ini.

 Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti acara Kathina, yang biasanya diadakan oleh vihara masing-masing. 

Biasanya, perayaan Kathina diawali dengan puja bakti yang setelah itu diikuti dengan persembahan dana kepada para anggota Sangha. 

Pastikan pikiran kita dipenuhi dengan rasa cinta kasih baik sebelum, saat dan sesudah memberi dana. Kita harus memberi dengan hati yang tulus, bukan karena perasaan terpaksa.

Namun, sayang sekali para umat Buddha jaman sekarang, terutama para generasi Milenial tidak memahami makna sebenarnya dari Hari Raya Kathina ini. Banyak diantara mereka yang jarang berdana, bahkan ada yang pergi ke vihara hanya sebagai formalitas saja. 

Mereka berpikir bahwa berdana tidak begitu penting, padahal dengana berdana kita dapat belajar melepas serta tidak terikat dengan hal-hal duniawi yang dapat menimbulkan penderitaan dan dapat meningkatkan keyakinan kita terhadap Buddha, Dhamma dan Sangha.

Generasi Millenial atau generasi tahun 1980-an sampai 2000-an memang cenderung berbeda dengan generasi sebelumnya, dimana karena kemajuan teknologi serta berbagai informasi yang dapat dengan mudah diterima melalui Internet, membuat mereka tidak konsisten serta gampang bosan terhadap rutinitas.

Sehingga, banyak anak muda jaman sekarang yang jarang ke Vihara, karena rasa bosan dan malas. Mereka lebih memilih untuk tinggal di rumah dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar hp daripada mendengarkan ceramah Dhamma , atau mereka memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman melakukan aktivitas yang tentu saja tidak membawa dampak positif bagi mereka.

Padahal, mereka bisa saja memanfaatkan teknologi yang sudah ada untuk kemajuan Dhamma di seluruh dunia. Berdana bukan hanya melalui pemberian materi , namun dapat berupa jasa.

Contohnya dengan berbagi ceramah Dhamma melalui internet, bisa membantu banyak orang mengatasi masalah hidup mereka. Selain itu, kita juga dapat menimbun karma baik kita.

Salah satu contoh penerapan teknologi untuk kemajuan Dhamma dapat dilihat dari Live Streaming yang dilakukan beberapa cetiya maupun vihara di Indonesia seperti Cetiya Panna Sikkha yang memulai kebaktian online dari awal April dan dilakukan setiap hari. 

Walaupun kita tidak bisa ke vihara dan berdana langsung kepada anggota Sangha, umat Buddha masih bisa memanfaatkan teknologi yang ada seperti berdana ke vihara melalui atm , ataupun alat pembayaran lainnya secara online. Umat Buddha pun bisa mengikuti acara kathina melalui aplikasi zoom, facebook, youtube ataupun aplikasi lainnya.

Oleh karena kemudahan teknologi saat ini, mari kita berbuat baik, dan menginvestasikan karma baik kita untuk di kehidupan sekarang maupun di kehidupan yg akan dating demi kebahagiaan diri sendiri dan kebahagiaan semua makhluk.

 

Sesungguhnya orang kikir tidak dapat pergi kea lam dewa. Orong bodoh tidak memuji kemurahan hati. Akan tetapi orang bijaksana senang dalam memberi, dan karenanya ia akan bergembira di alam berikutnya “

( Dhammapada, 177)

 

Selamat hari raya Kathina untuk umat Buddha di seluruh dunia

Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitata

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.