Kathina: Re-energizing Positive Energy

Kathina: Re-energizing Positive Energy

oleh: Audie Yuniar

Kita semua percaya bahwa setiap agama mengajarkan banyak hal baik yang luar biasa yang dapat menebarkan hal positif kepada umat manusia. Salah satunya agama Buddha. Dalam agama Buddha terdapat empat hari besar dan salah satunya ialah hari besar yang biasanya jatuh pada bulan Oktober. Hari besar ini terjadi semenjak masa Buddha Gotama sampai detik ini yaitu Kathina. Hari Kathina adalah hari yang suci bagi umat Buddha. Pada dasarnya Kathina sendiri adalah wujud apresiasi dari umat Buddha dengan cara berdana kepada para bhikkhu yang telah menjalankan vassa dalam kurun waktu tertentu, yang mana ialah menetap selama 90 hari di sebuah tempat spiritual.  Apresiasi ini dilakukan dengan memenuhi kebutuhannya, seperti: pakaian, makanan, tempat tinggal dan obat-obatan. Tapi adapun jika umat Buddha yang tak sempat memenuhi empat kebutuhan para bhikkhu bisa digantikan dengan bentuk uang.

Salah satu perayaan agama Buddha yang sudah lama eksistensinya ini memang benar-benar menebarkan kebaikan, cinta, dan energy positif kepada banyak pihak. Disini bisa kita lihat adanya simbiosis mutualisme terjadi dalam hal yang baik dan tulus. Dimana bhikkhu telah memberkan dukungan secara batiniah dengan memberikan pelajaran kepada umat dalam melakukan kebaikan setiap harinya. Di lain pihak, umat Buddha yang telah menyerap dan berterimakasih atas dukungan para Bhikkhu.

Pada zaman sekarang pun, banyak orang diluar yang merayakan Kathina itu sendiri turut serta membantu para bhikkhu dalam memenuhi kebutuhannya. Inilah yang disebut spreading positivity / re-energizing positive energy. Sebagai generasi millennial, pasti kata ‘Spreading Positivity’ sudah tak asing di telinga kita. Dikarenakan orang-orang mulai aware akan spreading positivity maka dari itu kata ini bisa kita lihat di banyak sekali platform sosial media. Tersenyum kepada orang lain, membantu hewan liar, menyemangati orang lain saat fase sulit, menyingkirkan ranting pohon/paku yang ada dijalan hingga memberi arahan jalan pada orang yang tersesat yang mana fundamentalnya ialah membantu sesama makhluk hidup lain agar dapat melihat mereka bahagia adalah satu bentuk syukur kepada  Tuhan dan diri sendiri karena telah diberikan dan memberikan energi untuk melakukan hal mulia tersebut. Sama halnya dengan adanya Kathina yang fungsinya menebarkan kebaikan, yang membedakan ialah bentuk apresiasinya saja.

Adanya Kathina ini mampu membuat kedamaian yang dapat di rasakan oleh banyak orang. Sang Buddha pernah menyatakan, ”Siapa yang suka berdana ia akan dicintai dan disukai.” . Pengertian dana bukan saja tentang materi saja. Tetapi, hal-hal semacam doa, nasehat, afeksi, atensi, dan pemberian maaf dapat pula disebut sebagai dana. Banyak sekali impacts baik yang dihadirkan oleh Kathina. Disini bisa kita petik pelajaran tentang Take and Give juga pelajaran Do Good and Good Will Come To You. Ketika kita melakukan hal baik kecil sekalipun, hasil yang akan kita petik juga pasti berakhiran baik. Dengan Kathina, hati kita secara perlahan bisa terbebas dari lingkaran hitam, yaitu penyakit hati. Perasaan sirik, dengki, iri dan lainnya yang pernah kita rasakan terhadap orang lain bisa memudar karena niat tulus dan baik kita dalam berdana. Percayalah, dengan spreading positivity seperti ini, akan banyak kebahagiaan dan hal suka cita yang akan datang menghampiri kita setelahnya.