Cinta Kasih Di Kehidupan Sehari-hari

Cinta Kasih Di Kehidupan Sehari-hari

Hallo! Namo Buddhaya teman-teman se-Dhamma! Pada kali ini, kita akan membahas tentang cinta kasih (Metta). Kalian pasti tau kan? Apa itu cinta kasih (Metta)? Cinta kasih (Metta) adalah cinta kasih yang universal. Cinta kasih yang tanpa pamrih dan ikhlas. Sang Buddha mengajarkan kita cinta kasih yang universal. Cinta kasih yang universal itu artinya adalah cinta kasih yang tidak terbatas hanya kepada orang-orang terdekat kita seperti: orangtua, saudara, sahabat, suami/isteri, dan anak-anak kita saja, tidak pula hanya terbatas pada manusia saja. Tetapi, kepada semua makhluk, baik terhadap hewan/binatang, para dewa dan bahkan iblis ataupun setan sekalipun. Oleh karna itu, kita harus menerapkan cinta kasih pada semua mahluk hidup yang ada di sekitar kita dan juga menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Dijelaskan dalam Metta Sutta, Khuddakapanha, Khuddaka Nikaya yaitu, bahwa :

Cinta kasih adalah bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan nyawanya, melindungi putra tunggalnya. Demikianlah terhadap semua mahluk, dikembangkannya pikiran cinta kasih tanpa batas, keatas, kebawah, dan ke sekeliling, tanpa rintangan, tanpa benci, dan permusuhan.”

Cara yang paling mudah untuk mengembangkan cinta kasih dapat dimulai dari orang-orang terdekat kita. Karena dari orang-orang terdekat kitalah kita dapat merasa nyaman dan aman untuk melakukan sesuatu. Jadi kita tidak perlu ada rasa takut atau malu. Lama-lama hal tersebut akan menjadi kebiasaan bagi kita dan akan semakin mudah untuk menerapkan dan mengembangkan cinta kasih. Tapi, hal tersebut akan menjadi hal yang sulit jika kita ingin mengembangkan cinta kasih pada musuh kita. Karena, bisa saja perilaku baik kita malah menjadi ejekan dan hinaan bagi mereka yang tidak suka dengan kita. Tentu saja, pada situasi seperti itu, kita akan menjadi marah dan emosi. Akhirnya, niat baik kita untuk mengembangkan cinta kasih kita urungkan. Tetapi, inilah rintangan terbesar dalam melakukan kebajikan dan mengembangkan cinta kasih. Karena dengan memahami hakikat bahwa semua mahluk ingin berbahagia, kita tidak akan terjebak dalam emosi dan kebencian. Sehingga, kita bisa berpikir jernih dan tenang menghadapi suatu rintangan. Jadi, usaha kita untuk menerapkan cinta kasih di kehidupan sehari-hari dan pada orang disekitar kita tidak akan sia-sia. Selain melakukan hal baik pada orang yang kita cintai dan bahkan musuh kita, kita dapat menerapkan cinta kasih dengan cara memberi. Contohnya, kita dapat memberikan sedekah kepada orang-orang yang tidak mampu. Kita dapat mengunjungi panti asuhan dan berbagi cinta kasih dengan mereka disana. Hal-hal kecil seperti mengunjungi teman sakit, menawarkan diri untuk membantu teman dalam mengerjakan tugasnya, mendengar keluh kesah teman kita. Selain kepada sesama manusia, kita juga dapat mengembangkan cinta kasih kepada orang yang sudah meninggal dengan cara mendoakannya agar tenang dan juga kita dapat mengembangkan cinta kasih (Metta) terhadap lingkungan di sekitar kita. Contohnya, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan dimana pun kamu berada, tidak merusak tanaman yang ada disekitar kamu, kamu dapat mengembangkan cinta kasih (Metta) dengan  cara mengajak teman-teman atau menjadi volunteer dalam penanaman ulang pepohonan, membersihkan pantai bersama, dan lain sebagainya. 

Sekian artikel tentang cinta kasih (Metta) pada kali ini, semoga beberapa tips diatas dapat mendorong kita untuk mengembangkan cinta kasih di lingkungan sekitar kita. Semoga bermanfaat bagi yang membaca dan kita semua. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Sabbe Satta Bhavantu Sukkitatta. Namo Buddhaya.

Penulis : Felicia Tristannia