Berusaha

Berusaha

Written by: Vellyne Tjiam

Di dalam kehidupan, segala kejadian sering kali disangkut pautkan dengan nasib. Kendati sudah menjadi bagian dari keseharian kita, yang dinamakan nasib selalu sulit untuk kita prediksi. Seperti halnya roda, hidup terus berputar baik di jalan yang mulus maupun jalan berbatu, meski kita tidak pernah benar-benar tahu sampai kita menghadapinya. Oleh sebab itu, hidup bagaikan sebuah kotak penuh kejutan. Ada kejutan yang menyenangkan, namun pasti ada pula yang kurang diinginkan.

Seluruh rangkaian kejadian ini bisa kita dasarkan pada karma, tetapi tetap sulit bagi kita untuk menimbang berat buah karma yang tengah kita petik. Tetapi, itu bukan berarti kita harus selalu pasrah-pasrah saja menerima, lalu hanya berdiam dan menyatakan “Yang terjadi maka terjadilah” tanpa berusaha. Kita selalu bisa menyiapkan diri untuk menghadapi segala kejadian. Baik dengan menabung karma baik sebanyak-banyaknya, maupun berlapang dada dalam menjalani hidup. Karena, pasti ada suatu masa di mana kita merasa berat dalam menjalani kehidupan, di mana masalah terus berdatangan secara bertubi-tubi.

Sebagai manusia, lazim kita merasa lelah dan putus asa. Kita juga cenderung memikirkan kemungkinan terburuk atas dasar harapan untuk tidak merasakan kecewa. Namun, pemikiran-pemikiran seperti itu tidaklah sehat dan justru membuat kita merasa kurang mampu. Misalnya, kita cenderung menutup diri dan tidak berusaha untuk bersosialisasi ketika dihadapkan dengan lingkungan baru karena takut akan penolakan. Akhirnya, kita justru kehilangan kesempatan untuk memperoleh teman dan relasi.

Padahal, mungkin saja mereka yang kita lewatkan justru sebenarnya mampu menjadi sahabat dikala senang dan susah. Mereka juga mungkin saja menjadi orang-orang yang kelak bisa membantu kita membenahi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Satu kali saja kita membuat langkah yang berbeda, membuka diri dan mencoba berelasi, akan ada suatu perubahan besar yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita tidak pernah tahu jika tidak mencoba. Suatu hal kecil yang kita remehkan, hindari, dan abaikan bisa jadi mengubah seluruh hidup kita.

Jangan pernah memandang kehidupan dari satu sudut pandang. Jika realita bisa tidak sesuai ekspetasi kita, begitu pula pemikiran negatif dan ketakutan kita bisa tidak sesuai dengan kenyataan hidup. Maka dari itu, cobalah untuk menumbuhkan pikiran positif dalam mengiringi jalannya hari-hari kita. Pikiran yang positif merupakan pikiran yang sehat, pikiran yang mampu menumbuhkan kebahagiaan dan cinta kasih. Dengan demikian, kita pun bisa menjalani hidup dengan lebih maksimal sembari menanam karma baik sesuai ajaran Dhamma.