Pengalaman Hidup

Artikel Pengalaman Hidup

           

            Namo Buddhaya, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai sikap dan sifat yang dimiliki oleh setiap orang. Kita sebagai manusia yang lahir di dunia ini tentu memiliki karakter yang berbeda-beda terhadap orang lain. Karakter inilah yang mencerminkan sebagai siapa diri kita masing-masing. Kata teman-teman, sewaktu SMA saya adalah orang yang pendiam, baik hati, sabar dan suka menolong. Namun, apakah saya dilahirkan demikian? Tentu saja tidak. Karakter yang tertanam dalam diri kita masing-masing ini terbentuk seiring berjalannya waktu, dimana kita mengalami berbagai macam pengalaman seperti pengalaman yang positif maupun negatif. 

            Di jaman bangku SD, saya hampir tidak memiliki teman sama sekali. Wajar, saya dijauhi oleh teman-teman karena di mata mereka saya adalah orang yang ribut, sering dimarahi guru, pemalas dan suka menggangu. Di awal masuk kejenjang SD adalah salah satu pengalaman pahit yang pernah saya alami. Namun, pengalaman pahit yang kita alami tidak terus-menerus terjadi, pasti ada waktunya kita merasakan kebahagiaan. Seperti roda yang sedang berputar, terkadang kita di posisi teratas dan juga akan berputar ke posisi terbawah.

            Waktu terus berjalan, sampai saya tiba di kelas 4 SD. Di kala itu, saya sangat beruntung sekali karena bertemu dengan seorang perempuan sebagai teman sebangku saya. Dia sangat berbeda dengan orang lain. Dia sangat baik, sopan, lembut, dan hal yang paling penting adalah dia tidak pernah merendahkan siapapun. Setiap hari, kami selalu berkomunikasi, belajar bersama, dan dia membantu mempersiapkan soal-soal latihan sebelum ulangan. Berkat pertemuan ini, saya mulai membuka diri terhadap orang lain. Dimulai dari kenalan, membantu orang yang kesulitan, sampai tidak membeda-bedakan orang lain apapun kekurangan yang dimilikinya. Akibat pertemuan dengan dia, disinilah saya sekarang yang dianggap oleh teman-teman sebagai orang yang pendiam, baik hati, sabra, dan suka menolong.

            Sifat dan sikap yang melekat dalam diri kita tidak selamanya mutlak. Dengan kesabaran dan niat, maka kita dapat merubah karakter tersebut menjadi seseorang yang berkarakter positif di mata orang. Sebagai contoh, ada orang yang sifatnya sering berbohong, tetapi setelah merasakan sakitnya dibohongi, dia mulai berubah menjadi pribadi yang sifatnya jujur.

            Tetapi percayalah, tidak semua hal yang buruk sepenuhnya buruk, pasti ada hikmah yang dapat kita terima dari hal buruk itu. Saya sangat bersyukur, saya tidak putus asa dan tidak berhenti di kala itu. Karena, “Ketika orang lain meragukan kita, siapa lagi yang bisa percaya sama diri ini kalau bukan kita sendiri?” -Jerome P.S.

Kalau kita percaya semua pasti bisa! Namo Buddhaya.

 

Penulis            : Dennis Mustika Putra

Referensi        :

·         Jerome Polin Sijabat, buku novel Mantappu Jiwa karya Jerome Polin Sijabat, halaman 183.

·         http://haripambudi.blogspot.com/2010/04/sikap-sifat-dan-watak.html