Dampak negatif dari Konsumsi Bubble Drink

Bubble drink atau minuman boba adalah minuman yang disajikan dengan topping bola-bola manis atau yang biasa kita sebut boba. Boba sendiri mulai diperkenalkan oleh Liu Han Chieh, pemilik toko teh “Chun Shui Tang“ yang berlokasi di Taichung, Taiwan. Bahan-bahan untuk pembuatan boba sendiri sangatlah sederhana, kita hanya memerlukan tepung tapioka dan juga gula merah. Di negaranya sendiri, boba biasa disajikan bersama air teh ataupun air gula. Namun di zaman sekarang ini, Boba banyak disajikan bersama dengan susu.

Penyebaran Bubble Drink di dunia termasuk sangat cepat, terutama di Indonesia. Di Indonesia sendiri, mulai banyak bermunculan outlet-outlet yang menjual Bubble Drink. Penggemar Bubble Drink sendiri banyak berasal dari kalangan anak muda. Selain karena rasa dari Bubble Drink, keunikan dari toppingnya pun menjadi daya tarik lebih bagi anak muda untuk mencoba minuman Bubble Drink ini.

Namun dibalik keunikan dan rasa dari Bubble Drink, terdapat beberapa bahaya yang dapat mengancam kesehatan kita apabila mengkonsumsi Bubble Drink terlalu sering. Oleh sebab itu, kali ini kita akan membahas beberapa bahaya yang disebabkan karena konsumsi Bubble Drink yang terlalu sering.

1.     Dapat Menganggu Sistem Pencernaan

Terlalu sering mengkonsumsi Bubble Drink dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Ini disebabkan karena boba yang terbuat dari tepung tapioka sulit untuk dicerna oleh tubuh.

2.     Dapat Menyebabkan Diabetes

Konsumsi Bubble Drink yang terlalu sering juga dapat menyebabkan diabetes. Ini disebabkan karena kandungan gula yang tinggi pada boba dan juga pemanis tambahan pada susu yang disajikan bersama dengan boba.

3.     Dapat Menyebabkan Kegemukan

Selain diabetes, konsumsi Bubble Drink yang berlebihan juga dapat menyebabkan kegemukan. Hal ini disebabkan karena kandungan kalori yang sangat tinggi dalam satu gelas Bubble Drink dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh seperti mudah lapar.

4.     Dapat Menyebabkan Kanker

Menurut hasil penelitian pada 2012 oleh para peneliti Jerman di University Hospital Aachen, ditemukan jejak binefil aspoliklorinasi atau PCB dalam sampel gelembung tapioka. Zat berbahaya tersebut dapat memicu kanker serta efek lain seperti penurunan sistem kekebalan tubuh, reproduksi, dan saraf.

5.     Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung Dan Stroke

Bubble Drink mengandung banyak lemak trans pada setiap penyajiannya. Lemak trans ini berasal dari hidangan yang melewati proses industri untuk meningkatkan rasa dan juga tekstur makanan. Terlalu banyak lemak trans dapat mengakibatkan kolestrol, penurunan daya ingat, resiko penyakit jantung dan stroke.

 

 

 

Referensi :

https://www.suara.com/lifestyle/2019/09/26/170141/digemari-di-indonesia-kenali-sejarah-singkat-minuman-boba

https://www.idntimes.com/health/fitness/muhammad-imam-maulana/ini-5-dampak-buruk-minum-terlalu-banyak-bubble-tea-bagi-tubuh-exp-c1c2/full

https://brilicious.brilio.net/kuliner-kesehatan/jadi-minuman-hits-ini-5-bahaya-minum-bubble-tea-terlalu-sering-1906095.html

Penulis : Tasya Fayola