Mitos-mitos Pada Saat Imlek

MITOS MITOS PADA SAAT IMLEK

Written By : Tiffany Tjandra

            Tahun Baru Imlek merupakan hari yang sangat penting bagi masyarakat etnis Tionghua. Tahun baru imlek ini juga merupakan salah satu budaya yang sakral yang banyak dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghua. Di seluruh dunia, masyarakat keturunan Tionghoa menyambut dan merayakan imlek dengan penuh sukacita. Namun tidak hanya itu, ada juga mitos yang mewarnai hari imlek. Mitos tersebut masih dipercayai oleh semua masyarakat keturunan Tionghoa sampai sekarang. Mitos-mitos yang masih dipercayai pada saat imlek adalah :

  1. Potong Rambut Supaya Buang Sial

Masyarakat keturunan Tionghoa memercayai bahwa rambut yang terpotong itu sebagai tanda kesialan sudah hilang dan merupakan sebuah pantang untuk memotong rambut pada saat atau sesudah imlek karena katanya hal tersebut malah membuang hoki.

  1. Dilarang Untuk Menyapu Rumah

Mitos satu ini dipercayai oleh masyarakat keturunan Tionghoa bahwa menyapu dapat membuang seluruh rezeki dan hoki yang ada. Maka dari itu, alat-alat rumah tangga seperti penyebot debu, kemoceng, kain pel dll juga harus dihindari karena dianggap dapat menyapu keberuntungan.

  1. Kalau Belum Nikah Nggak Boleh Kasih Angpao

Katanya, apabila orang yang belum menikah kemudian memberikan angpao kepada orang lain, bisa buat masa jomblonya makin lama dan tidak nikah-nikah.

 

  1. Harus Damai Dengan Keluarga

Konon, katanya apabila kita tidak berdamai dengan keluarga, kita bisa tidak akur dengan keluarga kita selama setahun, bahkan jauh dari hoki.

  1. Baju Merah

Baju merah menggambarkan kebahagiaan, dan juga konon, pada jaman dahulu, masyarakat Tionghoa menggunakan baju berwarna merah untuk menakut-nakuti Nian, hewan mitos yang suka memangsa hewan ternak dan anak-anak. Kebiasaan menggunakan baju merah pada saat imlek tersebut dibawa hingga saat ini.

  1. Hujan Lebat dan Angin Kencang Bawa Rezeki

Bagi masyarakat Tionghoa, mereka percaya bahwa hujan membawa rezeki karena tanah menjadi subur dan mereka juga percaya bahwa turun hujan menjelang imlek merupakan pertanda Dewa Hujan turun ke bumi untuk memberi berkah.

  1. Dilarang untuk Bernyanyi

Menyanyi ketika imlek dipercayai dapat mendatangkan hantu dan bisa membuat kondisi menjadi buruk.